Sabtu, 25 Mei 2013

Penggunaan IF dan ELSE Pada PHP

Penggunaan Argumen IF biasanya untuk membandingkan sebuah nilai atau membandingkan suatu kondisi.
Struktur Kondisi IF
if (kondisi) {
Pernyataan;
}
 Ket: Kondisi Merupakan Statemen atau variabel yang akan diperiksa benar atau salah.

Contoh Penggunaan IF dalam PHP.
<?php
$suhu = "panas";
if ($suhu == "panas")
  {
   echo " Saya akan Menyalakan AC";
  }
?>
kalau dijalankan kode diatas akan menghasilkan
Saya akan Menyalakan AC
Ket: tanda "==" di baris ketiga pada kode diatas adalah operator perbandingan, yang membandingkan isi dari variabel $suhu yang bernilai panas, karna bernilai benar maka akan dijalankan pertanyaan dibawahnya yaitu echo" Saya akan Menyalakan AC";

bagaimana kalau kita dihadapkan untuk membandingkan beberapa statemen atau pernyataan..???
kalau seperti itu kita akan menggunakan Struktur IF dan ELSE.
if (kondisi) {
Pernyataan1-jika-kondisi-Benar;
} else {
Pernyataan2-jika-kondisi-Salah;
}
ket: Kondisi merupakan Statemen atau variabel yang akan diperiksa bernilai benar atau salah.
jika kondisinya bernilai Benar, maka Pernyataan1 akan dieksekusi, tapi jika bernilai salah maka akan dieksekusi pernyataan2.


Contoh Penggunaan IF dan ELSE pada PHP.

<?php
$suhu = "panas";
if ($suhu == "dingin")
  {
   echo " Saya akan Menyalakan AC";
  } else {
   echo "Saya Tidak akan Menyalakan AC";
  }
?>

kalau dijalankan kode diatas akan menghasilkan
Saya Tidak akan Menyalakan AC
Ket: nilai Variabel $suhu adalah panas sedangkan kondisi variabel adalah adalah Dingin,  karna bernilai Salah maka akan dijalankan pernyataan setelah Else yaitu echo" Saya Tidak akan Menyalakan AC";

E-COMMERCE

Perdagangan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan manusia sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan penggunanya kini ialah e-commerce. Makhluk apa sesungguhnya e-commerce itu, bagaimana ia dapat mempermudah penggunanya, serta peran pentingnya akan dibahas dalam tulisan ini.
Pengertian E-Commerce
Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.
Media elektronik yang dibicarakan di dalam tulisan ini untuk sementara hanya difokuskan dalam hal penggunaan media internet. Pasalnya, penggunaan internetlah yang saat ini paling populer digunakan oleh banyak orang, selain merupakan hal yang bisa dikategorikan sebagai hal yang sedang ‘booming’. Perlu digarisbawahi, dengan adanya perkembangan teknologi di masa mendatang, terbuka kemungkinan adanya penggunaan media jaringan lain selain internet dalam e-commerce. Jadi pemikiran kita jangan hanya terpaku pada penggunaan media internet belaka.
Penggunaan internet dipilih oleh kebanyakan orang sekarang ini karena kemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet, yaitu:
Internet sebagai jaringan publik yang sangat besar (huge/widespread network), layaknya yang dimiliki suatu jaringan publik elektronik, yaitu murah, cepat dan kemudahan akses.
Menggunakan electronic data sebagai media penyampaian pesan/data sehingga dapat dilakukan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah dan ringkas, baik dalam bentuk data elektronik analog maupun digital.
Dari apa yang telah diuraikan di atas, dengan kata lain; di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan/perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.
E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet.
Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.
Sedangkan Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum, menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, and business procces that link enterprises, consumers, and communities through electronic transaction and the electronic exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.
E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public. Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:
· Electronic Markets (EMs).
EMs adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan. Keuntungan fasilitas EMs bagi pelanggan adalah terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu. Sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak.
· Electronic Data Interchange (EDI).
EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial.
Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”.
EDI sangat luas penggunaannya, biasanya digunakan oleh kelompok retail yang besar ketika melakukan bisnis dagang dengan para supplier mereka.
EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpa memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.
· Internet Commerce.
Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi
informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan terbukti mempunyai keuntungan antara lain untuk beberapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet; harga lebih murah mengingat membuat situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuka outlet retail di berbagai tempat; internet merupakan media promosi perusahaan
dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan.
Karakteristik E-Commerce.
Berbeda dengan transaksi perdagangan biasa, transaksi e-commerce memiliki beberapa karakteristik yang sangat khusus, yaitu :
Transaksi tanpa batas
Sebelum era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau individu yang ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu dengan modal besar yang dapat memasarkan produknya ke luar negeri.Dewasa ini dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukup dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa batas waktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut dan melakukan transaksi secara on line.
Transaksi anonim
Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yang biasanya dengan kartu kredit.
Produk digital dan non digital
Produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan hidup lainnya.
Produk barang tak berwujud
Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commercen dengan menawarkan barang tak berwujud separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.
Implementasi e-commerce pada dunia industri yang penerapannya semakin lama semakin luas tidak hanya mengubah suasana kompetisi menjadi semakin dinamis dan global, namun telah membentuk suatu masyarakat tersendiri yang dinamakan Komunitas Bisnis Elektronik (Electronic Business Community). Komunitas ini memanfaatkan cyberspace sebagai tempat bertemu, berkomunikasi, dan berkoordinasi ini secara intens memanfaatkan media dan infrastruktur telekomunikasi dan teknologi informasi dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Seperti halnya pada masyarakat tradisional, pertemuan antara berbagai pihak dengan beragam kepentingan secara natural telah membentuk sebuah pasar tersendiri tempat bertemunya permintaan (demand) dan penawaran (supply). Transaksi yang terjadi antara demand dan supply dapat dengan mudah dilakukan walaupun yang bersangkutan berada dalam sisi geografis yang berbeda karena kemajuan dan perkembangan teknologi informasi, yang dalam hal ini adalah teknologi e-commerce.
Secara umum e-commerce dapat diklasifasikan menjadi dua jenis yaitu; Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).
Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis, sedangkan Business to Consumer (B2C) merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer
Dalam Business to Business pada umumnya transaksi dilakukan oleh para trading partners yang sudah saling kenal dengan format data yang telah disepakati bersama. Sedangkan dalam Business to Customer sifatnya terbuka untuk publik, sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu web server. Dalam kajian ini, untuk selanjutnya yang akan dibahas adalah Business to
Customer.
Mekanisme E-Commerce.
Transaksi elektronik antara e-merchant (pihak yang menawarkan barang atau jasa melalui internet) dengan e-customer (pihak yang membeli barang atau jasa melalui internet) yang terjadi di dunia maya atau di internet pada umumnya berlangsung secara paperless transaction, sedangkan dokumen yang digunakan dalam transaksi tersebut bukanlah paper document, melainkan dokumen
elektronik (digital document).
Kontrak on line dalam e-commerce menurut Santiago Cavanillas dan A. Martines Nadal, seperti yang dikutip oleh Arsyad Sanusi memiliki banyak tipe dan variasi yaitu :
Kontrak melalui chatting dan video conference;
Kontrak melalui e-mail;
Kontrak melalui web atau situs.
Chatting dan Video Conference adalah alat komunikasi yang disediakan oleh internet yang biasa digunakan untuk dialog interaktif secara langsung. Dengan chatting seseorang dapat berkomunikasi secara langsung dengan orang lain persis seperti telepon, hanya saja komunikasi lewat chatting ini adalah tulisan atau pernyataan yang terbaca pada komputer masing-masing.
Sesuai dengan namanya, video conference adalah alat untuk berbicara dengan beberapa pihak dengan melihat gambar dan mendengar suara secara langsung pihak yang dihubungi dengan alat ini. Dengan demikian melakukan kontrak dengan menggunakan jasa chatting dan video conference ini dapat dilakukan secara langsung antara beberapa pihak dengan menggunakan sarana komputer atau monitor televisi.
Kontrak melalui e-mail adalah salah satu kontrak on-line yang sangat populer karena pengguna e-mail saat ini sangat banyak dan mendunia dengan biaya yang sangat murah dan waktu yang efisien. Untuk memperoleh alamat e-mail dapat dilakukan dengan cara mendaftarkan diri kepada penyedia layanan e-mail gratis atau dengan mendaftarkan diri sebagai subscriber pada server atau ISP tertentu. Kontrak e-mail dapat berupa penawaran yang dikirimkan kepada seseorang atau
kepada banyak orang yang tergabung dalam sebuah mailing list, serta penerimaan dan pemberitahuan penerimaan yang seluruhnya dikirimkan melalui e-mail.
Di samping itu kontrak e-mail dapat dilakukan dengan penawaran barangnya diberikan melalui situs web yang memposting penawarannya, sedangkan penerimaannya dilakukan melalui e-mail.
Kontrak melalui web dapat dilakukan dengan cara situs web seorang supplier (baik yang berlokasi di server supplier maupun diletakkan pada server pihak ketiga) memiliki diskripsi produk atau jasa dan satu seri halaman yang bersifat self-contraction, yaitu dapat digunakan untuk membuat kontrak sendiri, yang memungkinkan pengunjung web untuk memesan produk atau jasa tersebut.
Para konsumen harus menyediakan informasi personal dan harus menyertakan nomor kartu kredit.
Selanjutnya, mekanismenya adalah sebagai berikut:
- untuk produk on line yang berupa software, pembeli diizinkan untuk men-download-nya;
- untuk produk yang berwujud fisik, pengiriman barang dilakukan sampai di rumah konsumen;
- untuk pembelian jasa, supplier menyediakan untuk melayani konsumen sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam perjanjian.
Mekanisme transaksi elektronik dengan e-commerce dimulai dengan adanya penawaran suatu produk tertentu oleh penjual (misalnya bertempat kedudukan di USA) di suatu website melalui server yang berada di Indonesia (misalnya detik.com). Apabila konsumen Indonesia melakukan pembelian, maka konsumen tersebut akan mengisi order mail yang telah disediakan oleh pihak penjual.

Pengalaman Kuliah Di Teknik Informatika Universitas Bengkulu

Pengalaman saya selama kuliah di jurusan TI UNIB adalah pasti ada rasa senang, duka, sedih dan lainnya, pokoknya semua rasa ada .mulai dari pelajarannya yang membuat saya pusing 99 keliling, teman-teman yang asik sampai pujaan hati yang membuat hati dan jantung saya deg-degan…cihuuyy :D
Yang saya banggakan kuliah di TI UNIB ini secara pribadi adalah membangun pribadi saya menjadi pribadi yang lebih dewasa dan pemikiran yang lebih logis. Bukan hanya kebanggaan dan kesenangan saja yang saya terima disini, tetapi ada hal-hal yang membuat saya kecewa terhadap TI UNIB yaitu terdapat sistem-sistem yang diterapkan di TI UNIB ini menurut saya kurang efektif dan efesien sehingga terkadang menyusahkan mahasiswa. 
Apabila teman-teman ingin kuliah di TI UNIB, saya sarankan TIDAK... haha
tetapi kalau tetap pengen kuliah di TI UNIB, silahkan
lihat infomasinya di Informatics Enginering

Atau mau kuliah jurusan lainnya di UNIB, silahkan lihat informasinya di University Of Bengkulu

Minggu, 01 Januari 2012

The Internet's Perilous New Year's Resolution

Web

The Internet's Perilous New Year's Resolution


Internet legislation that is scheduled for a vote in the U.S. Senate next month would aim to stop the unlicensed downloading of billions of dollars' worth of movies and music—as well as the trade in counterfeit drugs and other goods—by blocking access to certain websites, many of them registered abroad. But its basic strategies could lead to trouble on several fronts.
For one thing, the crackdown may unintentionally weaken Internet security. That is because the legislation could let courts order Internet service providers, search engines, domain-name servers and others to block Web addresses or send people to addresses other than the ones they typed or clicked. That trick, called redirection, is just the kind thing security engineers want to stamp out, because it's also a key tool for committing Internet fraud.
For another, song and movie traders will always be able to use widely available circumvention tools—such as Tor, a technology funded and developed by the U.S. government itself—to get around blocks and reach the desired sites. If passed, the legislation may achieve little more than an ineffectual antipiracy law recently enacted in France, which has been bogged down by its complexity and costs.
Under the Protect IP Act, government prosecutors or copyright holders could seek a court order finding that a website was "dedicated to infringing activities." With such a finding, a court could order those sites blocked so as to prevent people who click the relevant links or type their domain names into a browser from actually reaching them. (Instead, the user might be redirected to a warning page.) The Senate bill is scheduled for a January 24 vote. A similar House bill, called the Stop Online Piracy Act, or SOPA, is still in the Judiciary Committee.

 
Redirecting people from domain names they'd typed or clicked would upend efforts to make the domain-name system more secure, several researchers have argued. "The security community is trying to tell Congress you can't build a system that distinguishes between a government-required false answer and a hacker's false answer," says Ernesto Falcon, director of government affairs at Public Knowledge, a free-speech think tank in Washington, DC. "If you have ISPs and the domain-name system falsify information and give people wrong [Web pages], then efforts to build a secure system won't work."

Google+ up to 62 million users, report says

(Mashable) -- Paul Allen, a Google+ watcher whose estimates about the social network's growth have proved accurate in the past, claims that the site now has 62 million users and is adding 625,000 new users per day.
"It may be the holidays, the TV commercials, the Android 4 signups, celebrity and brand appeal, or positive word of mouth or a combination of all these factors," Allen wrote on his G+ profile page Tuesday, "but there is no question that the number of new users signing up for Google+ each day has accelerated markedly in the past several weeks."
Allen, the founder of Ancestry.com, takes an unusual approach to come by his estimates: He and his staff run hundreds of queries on surnames they've been tracking since July and then extrapolate the size of the network.
At this rate, Allen writes, G+ will reach 100 million users by February 25, 2012 and 200 million by August 3. By this time next year, G+ will have close to 300 million users.
2011: Social media & technology
Allen, however, doesn't address how many of those 62 million are active users. Experian Hitwise, however, found that those users are on the rise as well, though they represent a fraction of G+'s base. Hitwise found that total visits to G+ hit 9.4 million for the week ending December 17, the most recent full week it tracked. That was a nice jump over the 7.2 million visits G+ experienced in the comparable week in November, but below the 15 million visits to G+ for the week ending September 24, when Google opened the previously invitation-only site to the public.
Google's last official acknowledgment of G+'s membership came during a conference call with analysts, when CEO Larry Page pegged the figure at 40 million.

Sabtu, 31 Desember 2011

How Microsoft Bing may gain ground against Google in 2012?

One of the latest headlines that grabbed the eyeballs is, Bing has became the second most popular search site on the Internet after Google. However, Bing is far away from beating the Google in the search arena. Recent report suggests that the Redmond conglomerate is planning to set up several changes to its search interface and HTML links to take on Google in coming year.

Let’s check out some reasons how Bing may narrow that gap with Google search in 2012.

Bing partnerships with Facebook and Twitter

In 2011, Bing partnered with both Facebook and Twitter, something that Google didn't do. Google is completely relying on its own social networking site Google+. Where Facebook has over 800 million active users, Google+ has just nearly 30 million users. Facebook’s partnership with Microsoft helped Bing to improve its overall market share in 2011, and will likely yield even bigger results in 2012.

Bing’s integration with Xbox and Kinect 

Xbox is one of Microsoft's biggest and most surprising successes other than operating systems, Office, and the enterprise suits. It is found, in 2011, Microsoft has enhanced integration with both Xbox and the newer Kinect gaming system. This will definitely pay off in 2012 as well.

And because the gaming demographic is a young one, if Microsoft may convince gamers to use Bing instead

Bing’s W4 Search model

The internet is enormous with millions and millions of URLs consumed every bit of time. Numerous users are likely to pose indefinite number of queries. Hence a search engine should be efficient enough to understand and respond to user’s query from its data store.

According to a Bing’s search official, the company has an efficient structured model called the W4 model which predict - who, when, where, what of possible purposes effectively.

Bing DeskBar

To pose a threat on Google’s search base, Microsoft is also working on software known as Bing DeskBar. The new software would integrate corporate local files and Web searches. In order to enhance user’s experience, it would also include a ‘people’ category to search e-mails and messages from Facebook and Twitter.

Web apps based on HTML5

In a future project, Bing will incorporate rich Web apps based on HTML5. This way, Bing will augment the search criteria by giving detailed information for user’s query. The search will also broaden up to more personal data to deliver custom results.

Bigger reach in mobile will grow market share

No doubt, the success of Android platform is helping Google search. Google has dominated mobile search as it is the default search engine in iOS and all Android powered handsets. It is expected to do so in 2012 also. But Microsoft will make its own gains. In November, Microsoft released a very good updated Bing app for Android and iOS, which reviewers believe, is better in some ways than Google's mobile search.

Moreover, Bing would be default search engine in all Windows Phone 7 powered handsets which are likely to gain market share in 2012.

However, it is not possible that Microsoft will overtake Google or even come close in 2012? But, for sure Bing will become a formidable competitor in coming year for Google.

Well! 2011 was a good year for Bing. Let’s hope, next year would be better. 

Hottest tech acquisitions of 2011

So far, 2011 has remained active throughout the year at technological front. Considering all the impressive developments that took place and entry of numerous innovative gadgets, one would only start believing that 2011 ushered a new era in the technological world.

Throughout the year, numerous 'mergers and acquisitions (or M&A) took place. M&A are actually a process of buying, selling and combining different companies to create a new business entity that would share technical staff and other assets of an organization.

Recalling the year 2011, let’s have a look at some of the most prominent acquisitions that took place in 2011:

Microsoft and Skype: Among the biggest tech deals of 2011, Microsoft's $8.5 billion acquisition of Skype is one of the emblematic acquisitions. In a bid to accelerate efforts to transform real-time communications, Microsoft and Skype have taken this step. This move is likely to benefit Microsoft consumers as well as enterprises. Reviewers quote, the acquisition of Skype would make the Microsoft a renowned name on the Internet through its larger set of video sharing.

With the acquisition, Microsoft will first bring Skype to the nearly 35 million active users of its online gaming console Xbox Live and allow gamers to do video-chat while they play games or watch movies. Then, it will introduce Skype as an app on its latest Windows Phones and make it complementary to its PC software.

HP and Autonomy: Hewlett-Packard has closed its $12 billion buy of British software firm Autonomy in May 2011. With the proposed deal, which has been criticized by reviewer for being too pricey, HP has acquired 25,000 customer accounts.

HP’s new CEO Leo Apotheker believes that the latest acquisition will allow HP to administer and extract meaning from data to coerce insight, foresight as well as improved decision making.

SAP and SuccessFactors: In order to drive business growth, the tech giant SAP  has reportedly acquired a software company SuccessFactors to deliver software over the internet. With the latest deal, the tech giant, SAP will pay $ 40 a share for acquiring all common stock of US-based SuccessFactors. It is expected that SAP is likely to become more aggressive into the cloud, through acquisition or internal development.

Reviewers quote, the latest acquisition will add momentum to SAP's capabilities as a leading provider of cloud applications, platforms and infrastructure.

Dell and Force10: In order to boost its networking offering, Dell acquired switch makerForce10 Networks. In other words, the acquisition of Force10's data center switches will augment Dell’s own data center server as well as storage range.

It is important to note that Force10 is a significant leader in high-performance, high-density switches for data centers and high-performance computing environments. The acquisition was closed in late summer for an undisclosed amount.

AT&T and T-Mobile: In a surprising twist AT&T has bought T-Mobile for $39 billion to give its rivals, a big competition. The deal was beneficial for both the firms as both the firms work on the same technology, of basic GSM wireless for their networks and handsets.

Benefits cited by AT&T about the acquisition include improved network capacity, output and quality; adding 46.5 million POPs to AT&T's planned LTE coverage, eventually covering 95% of the American population. With the deal AT&T is suppose to offer LTE to 34 million T-Mobile subscribers who otherwise wouldn't get it; and creating $8 billion in infrastructure investments on mobile technology over the next seven years.